Panah-Panah Syaitan

0
159

Jika ditengah gelapnya malam, kemudian jiwamu mengajak untuk berbuat maksiat,malulah dari pandangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sampaikan kepada jiwamu sesungguhnya yang menciptakan gelapnya malam itu melihat apa yang engkau lakukan.

Ingat firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an:

إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
“Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian.”(Q.S An-Nisaayat 1)

Bila kita selalu mengingat firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala tersebut, Insya Allah kita akan terbentengi dari perbuatan dosa. Ingat!  Jangan pernah memandang besar atau kecilnya kemaksiatan. Lihatlah kepada siapa kita bermaksiat, yaitu: kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Nabi  Shallallahu‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang melakukan kebaikan meskipun sebesar biji zarrah, dia akan melihat balasannya pada hari kiamat. Sebaliknya,barangsiapa yang melakukan dosa meskipun sebesar biji zarrah,dia akan melihat balasannya pula pada hari kiamat kelak.“

Sebelum tangan menggenggam handphone, komputer atau laptop kita, kemudian melihat sesuatu yang diharamkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita berusaha menyembunyikannya dari siapapun. Ingat akhi, Allah Maha Melihat. Semua itu akan tercatat. tangan dan anggota tubuh antum akan bersaksi di hari kemudian, ketika pandangan melihat baik secara langsung ataupun lewat media tersebut.

Seorang ulama pernah mengatakan:

“Memandang apa yang diharamkan oleh Allah, itu lebih cepat mematikan hati dari mendengarkan yang diharamkan. Karena sesungguhnya pandangan yang haram merupakan panah dari panah-panah syaitan, maka jangan kita bermain-main dan menganggap itu adalah hal yang sepele. Sesungguhnya Allah melihat dan menyaksikan apa yang kita lakukan.”

Allah SubhanahuWa Ta’ala berfirman:

ٱلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰٓ أَفْوَٰهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan member kesaksian kaki mereka terhad apa-apa yang dahulu mereka usahakan. (Qs. Yaasin: 65).

Imam Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Ibrohim menulis dalam kitab tafsirnya:

“Allah mengunci mulut mereka dan membuat anggota tubuh mereka yang bicara, agar mereka tahu bahwa anggota tubuhnya yang selama ini membantu kemaksiatan mereka, kelak menjadi saksi atas perbuatan mereka. Pengakuan anggota tubuh lebih valid dari pada pengakuan lisan.”

Dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhad apa-apa yang dahulu mereka kerjakan.

Wahai saudaraku Boleh Jadi musibah yang menimpa kita di sebabkan oleh perbuatan dosa-dosa kita sebagaimana Firman Allah Subhanahu wata’ala

وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka itu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”(QS. Asy-Syura 30)

Semoga ini menjadi bahan renungan buat diri ini pribadi dan kita semua untuk berhati-hati dari panah-panah syaitan. Semoga  Allah selalu mengistiqomahkan kita diatas jalan hidayah ini.

Darmawan Abu Uwais

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here